Minggu, 17 Juli 2016

Realisasi Dana Desat TA 2016 Tahap I




Mohon Maaf Lahir Dan Batin Kami segenap Keluarga Besar Citeko Mengucapkan Minal Aidin Walfaidin Mhon Maaf Lahir Batin, yang sengaja maupun yang tidak di sengaja perkataan atau perbuatan khususnya kepada seluruh warga masyarakat Desa Citeko,
 Kali ini saya akan Postingkan Beberapa kegiatan yang telah terlewati setelah 1 bulan Penuh kita Berpuasa, dan di saat kita berpuasa bertepatan dengan cairnya Dana Desa Dari APBN yang kali alokasikan untuk kegiatan pembangunan jalan desa, adapun kegiatannya kami mulai pada tgl 13 Juni dengan

















Rabu, 15 Juni 2016

RPJMDES DESA CITEKO TAHUN 2014-2019

Minggu, 08 Mei 2016

Peringatan Hari Besar Islam Di Lingkungan Desa Citeko

jadwal sangat padat sekali kalo sudah menghadapi Hari Besar Islam Antusias Warga untuk Tahun Sekrang Begitu banyak dalam acara Hari Besar Islam kepala desa citeko sangat aktif di bidang keagamaan dengan menyeluruh mendatangi masjid masjid  yang melaksanakan Peringatan Hari Besar Islam kami sangat mengaprsiasi kepala Kepala Desa Citeko Selalu Hadir Ketika ada perigatan peringatan keagmaan mulai dari khaol, isra mi'raj, maulid nabi, dan kegiatan kegamaan lainnya saat ini hampir di desa citeko dan warga masyarakat hampir semua mengadakan peringatan Isra Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW, untuk itu kami postingkan kegiatan guna untuk menjadikan arsip kepala Desa Citeko di masa berikutnya supaya menjadi sejarah bagi yan melihat fotonya kenapa saya mempostingkan foto foto berikut, di karenakan untuk 10 tahun yang akan datang kemungkinan bakalan banyak perubahan maka dari itu sebelum berubah tidak salahnya untuk difoto dan di postingkan agar menjadi kenang kenangan kelak, sebab jaman sudah begini adanya di lihat dari foto pun 'ulama sudah hampir di pungut oleh Allah SWT, di karenakan ini sudah mendekati akhir jaman mudah mudahan kita bisa terus meningkatkan ibadah kita khususnya warga masyarakat citeko yang masih memegang teguh ajaran agama islam mudah mudahan masyarakat citeko selamat dunia akhirat, Amiiin sekian postingan saya mudah mudahan bermanfaat khususnya bagi saya umumnya bagi seluruh orang yang membaca postingan ini maka dari itu apabila ada kesalahan mohon di perbaiki dengan iklas, ya

kegiatan di masjid pusaka desa citeko yang konon ini adalah masjid yang pertama di dirikan oleh nenek moyang desa citeko










Senin, 02 Mei 2016

Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Citeko Tahun 2016

kami Memakai SOTK menurut Permendagri 84 dimana kasi sekarang berubah menjadi kaur dan kaur menjadi kasi dan ada yang menghilang 2 yaitu kasi kesos dan trantib untuk peraturan sekrang di tiadakaan di karenakan beda kebijakan oleh karena itu menurut undang undang desa no 6 tahun 2014 perangkat desa harus berijasah SLTA karena pekerjaannya lebih modern di banding dulu di karenakan jaman sudah begitu canggih


Praja IPDN Berbakti Di Purwakarta

Begitu Bangganya Kabupaten Purwakarta Kedatangan Praja IPDN yang sangat antusias sekali, mereka ingin sekali mendalami ilmu pemerintahannya lebih dalam selain di sekolah, maka dari itu Kabupaten Purwakarta adalah kabupaten yang terpilih oleh IPDN di karenakan banyak kebudayaan yang masih Arif dan lokal sekali sekitar 1300 Praja IPDN Berbakti di Kabupaten Purwakarta, yang merupakan Bakti Terakhir menjelang Pelantikannya Oleh Presiden Republik Indonesia, Yaitu Joko Widodo, Berikut Foto Saat Bersama IPDN.



Minggu, 17 April 2016

Luas Wilayah Desa Citeko

Luas wilayah desa citeko kurang lebih sekitar 225 Ha klo di jabarkan
dengan objek pajak sekitar


Realisasi Proram E-Perelek Desa Citeko

program purwakarta adalah program yang berpariatif , dan inovatif, berikut salah satunya program e-perelek yang sangat bermanfaat contohnya seperti didaerah kecamatan yang lain ada yang hasil pereleknya bisa membangun mesjid seperti yang di ceritakan bupati Purwakarta, di fanpagenya dan untuk desa citeko kami realisasikan kepada warga yang kurang mampu dan yang lagi di rawat di rumah sakit, karena belum bisa mengumpulkan begitu banyak hasil e-pereleknya mengingat kami merasa kasihan kepada warga yang membutuhkan untuk dapat meringankan beban warga dan kami tidak mau terlalu membebankan kepada perintah daearh sudah cukup dengan program jampi (Jaminan Purwakarta Istimewa), desa kami baru dua Rt yang memberikan santunan mengingat yang lain masih banyak 




Jumat, 15 April 2016

Potensi Desa Citeko

Desa Citeko sangat setrategis dalam bidang perindustrian guna memajukan tingkat perokonomian citeko berpotensi banyak
1. Industri
 Desa Citeko berpotensi dengan adanya industri Genteng yang sudah berdiri sejak lama mulai sekitear tahun 1905 sekitar jaman kerajaan mataram dan sangat  menguatkan unsur teradisional genteng desa citeko telah bersaing ketat dengan perubahan jaman dan banyak nya pesaing ketat seperti genteng jatiwangi dan genteng dari arah jawa, namun tidak berkecil hari pada pengusaha genteng terus berinofasi emberikan yang terbaik untuk langgananya.
2. Kuliner
citeko juga terkenal dengan makanan basah, atau makanan khas citeko yaitu dodol, atau bibika yang dimiliki oleh ibu h.cicoh, dan saat ini perkembangan kuliner kue basah ini maju pesat dan sampai plosok plosok terkenal dengan khas dodol dan bibikanya contoh untuk makanan ringan saat rapat dan saat hajatan makanan ini selalu laku habis
 3. kegaamaan
masjid, masjid agung citeko sangat cocok untuk peristirahatan yang lokasi persih di jalur cirata yang apabila agan-agan pulang dari bendungan cirata bisa istirahat sejenak di masjid sana.

Minggu, 10 April 2016

Realisasi, E-pabeasan, Neonisasi, Tong Sampah Organik, dan Non Organik


Selamat malam rekan pemerintahan desa, kali ini saya akan postingkan sebuah kegiatan yang d programkan oleh Bupati Purwakarta, yaitu pemasangan neonisasi,e-pabeasan, dan tong sampah organik dan non organik, program ini adalah program beliau yang sangat baik dan sangat mengesankan sekaligus memberi dan melatih terhadap warga masyarakat purwakarta untuk selalu bersikap gotong royong, Bupati juga sekaligus membuat program arisan gotong royong yang sudah berjalan dengan sangat antusias perangkat desa seluruh purwakarta harus ikut serta dalam arisan gotong royong d wilayahnya masing-masing untuk itu perangkat desa citeko harus berperan aktif dalam kegiatan diatas, oleh karena itu saya akan postingkan beberapa foto yang saya ambil dari beberapa wilayah rt,
mudah mudahan bisa bermanfaat mengingat ini adalah salah satu persyaratan pencarian siltap oleh karena itu, kami sangat bekerja ekstra keras dengan bermodalkam gotong royong/swaday d tiap rt/rw alhamdulillah terealisasi, walaupn belum sempurna, tapi insya Allah akan d sempurnakan seiring berjalanya kegiatan tersebut.





Dengan memanfaatkan pralatan yang ada kami.ikuti terus program.bupati purwakarta

Dengan memisahkan antara sampah yang organik dan non organik masyarakat jd tau d pentingnya membuang sampah dengan mengatur dan memilaj milah sampah

Dan masih banyak lagi foto foto yang lain




I







Minggu, 03 April 2016

Pelantikan Kepala Desa Citeko Terpilih


Kali ini saya postingkan foto ketika bupati purwakarta sedang sambutan dan  selakigus ucapan selamat kepada kepala desa terpilih,

Dan tambahan




Sayang foto lurah azisnya blm ke upload ntar sambung lagi gan

Sabtu, 02 April 2016

Sertijab pjs Kades Citeko Kepada kades Citeko.Terpilih

Sampurasun dulur sunda, kali ini saya postingkan foto foto saat serah terima jabatan pjs, hasanudin, kepada kades definitif yaitu Samsu Azis kades yang terpilih dari hasil pilkades 2013 yang di saksikan oleh camat,plered dan kasi tata pemerintahan


kades 2013, saya ambil dari arsip pilkades dulu,


 
Hasanudin,kiri tengah samsu azis kades terpilih, kanan ketua Bamusdes

Penandatanganan oleh ketua bamusdes


Penandatangan oleh pjs kades citeko hasanudin,beliau menjabat kurang lebih 6 bulan 

Minggu, 27 Maret 2016

Sejarah Desa Citeko



MATARAM MENYERANG KE BATAVIA (JAKARTA)
Mataram melakukan usaha mengusir Belanda (VOC) dengan mengadakan serangan yang pertama ke Batavia pada tahun 1628 M, pada tahun 1629 Mataram kembali menyerang Batavia untuk kedua kalinya.

Perjalanan tentara Mataram menuju Batavia melalui jalan laut Semarang, Cirebon, dan pantai Batavia, namun ada juga yang melalui jalan darat seperti Jogya, Purwekerto, Cirebon, Indramayu, Pamanukan, Cikampek dan Karawang.

Serangan yang kedua mengalami kegagalan dikarenakan para tentara mengalami kekurangan senjata dan bahan makanan, tentara Mataram mengundurkan diri, tetapi mereka tidak pulang menuju ke tempat asalnya, diantara mereka ada rombongan yang menuju arah selatan, sampailah mereka di daerah Panjunan ( sekarang namanya daerah Anjun ). Diantara rombongan tersebut ada yang berasal dari daerah Plered Jogya dan Plered Cirebon, konon sebelum mereka bergabung dengan tentara Mataram kegiatan mereka adalah pembuat gerabah atau keramik, dengan demikian setelah mereka menetap di daerah Panjunan mereka kembali menjalankan profesinya sebagai pembuat gerabah atau keramik karena tersedianya bahan baku di daerah tersebut, selain ke daerah Panjunan diantara mereka ada juga yang menetap di daerah Citeko diantaranya Bah Nursaen atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Buyut, daerah yang ditempati dulu masih merupakan semak belukar (hutan belantara), dengan adanya rombongan tersebut berasal dari daerah Plered Jogya dan Plered Cirebon, maka daerah tersebut dinamakan Plered (sesuai daerah asal mereka).


  1. RIWAYAT BAH NURSAEN (KI BUYUT)

Tahun kelahiran Bah Nursaen tidak diketahui, asal – usul Bah Nursaen dari Daerah Cilimus Kuningan, sepulangnya dari Batavia beliau menetap  di Daerah Citeko kemudian menikah dengan 2 istri, yaitu :
  1. Uyut Gambreng
  2. Nini Buseng
Dari kedua istri beliau tersebut mempunyai keturunan 13 orang anak. Diantaranya dari Nini Gambreang mempunyai keturunan sebanyak 7 (tujuh) orang, yaitu :
  1. Ki Jeha
  2. Nini Mainun
  3. Embu Icih
  4. Embu Icon
  5. Nini Arimin
  6. Tidak diketahui namanya (hilang namanya)
  7. Tidak diketahui namanya (hilang namanya)
Sedangkan keturunan dari Nini Buseng sebanyak 6 (enam) orang yaitu :
  1. Manggeng
  2. Nini Sarikem
  3. Nini Neno
  4. Nini Uluk Ropiyah
  5. Ki Tangguh
  6. Mama H. Umar
Bah Nursaen pada waktu itu menumbal (mengusir makhluk halus) di Citeko yang sekarang tempatnya di Paimbaran Masjid Jami At-Taqwa, Bah Nursaen melakukan penyebaran Agama Islam di Daerah Plered khususnya Daerah Citeko beserta rekan-rekan dan keluarganya, adapun cirri has Bah Nursaen adalah sering berkeliling sehingga beliau dikenal juga dengan nama atau dijuluki Ki Nama (Lang-lang Buana).
Bah Nursaen (Ki Buyut) wafat atau tilem di Daerah Gunung Anaga sekitar tahun : …….. M, sampai sekarang maqamnya masih ada bahkan pernah dibangun secara sederhana oleh K.H. Badri dan para santrinya (babakan gudang) pada tahun 1997. Perjuangan dan pengembangan Agama Islam dilanjutkan oleh anak cucu dan cicit Bah Nursaen diantaranya :
  1. Mama H. Umar
  2. Ki Tangguh
  3. Mama Suja’i (Citeko)
  4. Mama Ajengan Mrjuki
  5. Mama Ajengan Gozali (Cibolang)
  6. Mama Mamad (Babakan gudang)
  7. Mama Noh (Cicadas)
  8. Mama Ajengan Muhdi (Citeko)
  9. Mama Udong (Cicadas) dan yang lainnya.
Sumber dari penelusuran Ustadz Ali Citekokaler, jika ada yang tahu lebih detil silahkan tambahkan jika ada yang salah betulkan,,,,,












  1. RIWAYAT BAH NURSAEN (KI BUYUT)
Mama Tubagus Seda tinggal dan menetap di Citeko bersama Tubagus Umling, beliau berasal dari Keraton Banten Cekek Pandeglang, maksud kedatangan beliau ke Daerah Plered Citeko adalah untuk memperjuangkan Agama Islam bersama-sama dengan anak cucunya yaitu Bah Nursaen, setelah tinggal dan menetap di Daerah tersebut beliau menikah dengan seorang janda yaitu Uyut Ijem yang berasal dari Daerah Citeko (Bogor), pada waktu Uyut Ijem sudah punya 4 orang anak dari H. Roup bin Bah Japi Sukapura Tasikmalaya.

Keempat orang anak Uyut Ijem dari H. Roup bin Bah Japi :
  1. Ming Ayu
  2. Ming Enong
  3. Ming Emeh
  4. Hj. Maryam
Sedaangkan dari Mama Tubagus Seda mempunyai 4 orang anak juga yaitu :
  1. Ming Uwi
  2. Tubagus Ahmad Bakri (Mama Sempur)
  3. Tubagus Amir (Cibinong Citeko)
  4. Embu Habib (Plered)
Tubagus Seda wafat pada tahun …….. M dan dimaqamkan di Citeko, hingga kini banyak masyarakat yang dari dalam maupun luar Daerah Citeko berziarah ke maqam Tubagus Seda, perjuangan penyebaran Agama Islam dilanjutkan oleh putranya K.H. Tubagus Ahmad Bakri atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mama Sempur.

sumber : http://allie.doank-blogspot.com

Selasa, 22 Maret 2016

Kepala Desa Citeko


Selamat Siang salam perangkat Desa Seluruh Indonesia kali ini saya akan postingkan  foto-foto  kepala desa Citeko yang menjabat  dari tahun 1905 s/d 2019 berdasarkan sumber dari tokoh masyarakat desa citeko yang hafal sejarah desa citeko saya ngambil dari arsip Desa Citeko dan Sekdes Citeko yang dulu yang kebetulan saya masih belum pengalaman dalam bidang pemerintahan masih mencari sumber sumber yang akurat tentang peradaban sejarah desa Citeko foto pertama itu foto yang tidak ada sumber yang tahu soalnya tahun 1905 lurah halid, menurut tokoh sejarah desa tidak ada yang tahu kepala desa yang ini
1. Lurah Halid (1905-1915) 

 Lurah masa penjahan Belanda tidak ada yang tahu mengapa

 2.Lurah Sarnap (1910-1915)


 3.Lurah/Kades Busyro (1915-1920)



4.Lurah/Kades Syukur (1920-1923)



 4.Lurah/Kades  Moch. Sofian (1923-1959)



 5.Lurah/Kades Hadli (1959-1967)

6. Lurah/Kades Soenaryo (1967-1970)




7.Lurah/Kades Letnan Saleh (1970-1973)

 8.Lurah/Kades H.Isep Bakar Sidik (1973-1981)


9. Lurah/Kades Pjs Sayuki (1981-1982)

10.Lurah/Kades Oding Mustopa (1982-1990)

 lurah yang diatas adalah lurah yang sangat disiplin beliau sangat menjungjung nilai kemanusiaan dan selalu adil dalam pemerataan tunjangan dan selalu memberi kan masukan musyawarah selalu diadakan dan tidak pernah memakan uang semabarang selalu musyawarah dengan aparatur desa

 11.Lurah/Kades Pjs Adung Mustaba (1990-1994)


Lurah adung karakteristik kepemerintahan sangat tegas dan sangat ambisius menegakkan keadilan beliau selalu mendukung terhadap gerakan-gerakan pemuda dari mulai olah raga keagamaan kesehatan dan segala bentuk kegiatan kepemudaan dan beliau selalu menegakkan masalah dengan sangat efektif dan selalu di selesaikan dengan sangat bagus

12.Lurah/Kades Moch Hasan (1994-2002)


13.Lurah/Kades Andri Yani (2002-2013)


14.Lurah/Kades Samsu Azis (2013-2019)