Sabtu, 27 Februari 2016

PROFIL DESA




PROFIL DESA


 

Desa Citeko Adalah Desa yang sangat strategis didalam dunia perindrustrian dan masayarakatnya masih memegang adat dan teradisi yang sangat religius kondisi desa citeko yang keadaanya menjadi masyakat transisi dan kondisi yang sangat memperihatinkan ketika melihat pembangunan yang sangat tidak merata dan masyarakat citeko masih cenderung kurang akan sadarnya tentang cara gotong royong dan terbawa gaya atau arus kota sehingga untuk gotong royong masih harus di gerakan dan kondisi lapangan kerja masih tipis sarana pendidikan masih kurang kurangnya sumber daya Manusia di bidang pendidikan sehingga tak banyak masyarakat citeko pendidikannya minimal SD.
Tertulis / terdengar cerita Desa Citeko adalah nama desa yang berada di Bogor  dan pada masa itu ada sekeluarga yang akan pindah ke daerah Purwakarta setelah lama tinggal  mereka Mendirikan sebuah desa yang disamakan persepsikan dengan nama asal mereka tinggal yaitu Citeko, pada masa itu nama Kepala desa disebut kuwu dan tidak di pilih secara demokratis melainkan di tunjuk langsung oleh masyarakat dan kandidatnya pun adalah seorang tokoh masyarakat yang mengerti akan agama Islam bisa disebut juga dengan Ustadz   desa citeko terkenal dengan desa yang religius dan kental dengan agama islam orang-orang juga menyebutnya desa pesantren dalam bidang Ekonomi Citeko terkenal akan industri Genteng yang dulu pernah jaya pada masa itu Citeko adalah desa yang Transisi condong terhadap kehidupan Modern di mulai Tahun 1990 Desa Citeko identik dengan desa Genteng yang sampai saat ini industria GENTENG Masih tetap berjalan  maju Desa Citeko kebanyakan pekerja buruh di bandingkan petani citeko dan  tumbuhan yang menghijau, di atas tanah yang datar di tumbuhi pohon dan semak yang masih lebat, hiduplah
            Karena sangat dipengaruhi oleh sejarah kehutanan maka Desa Citeko yang kita lihat seperti sekarang ini mempunyai ciri spesifik sebagai berikut:
a.    Berkembang menjadi desa dengan tipologi Desa Lingkungan Hutan
b.    Interaksi yang sangat kuat antara masyarakat dengan sumberdaya hutan
c.    Kepemilikan lahan pertanian tanaman pangan kurang dari 0,5 ha pada 2006 per rumah tangga petani, sedangkan 80 rumah tangga tidak memiliki lahan pertanian sama sekali.
d.    Kawasan hutan yang luasnya ± 86% dari luas wilayah desa Mantingan sebesar 990,009 Ha
Sebagai Penjelasan huruf C ( lahan pertanian yang sempit ) dan huruf D     (Kawasan hutan yang luas) diatas, sebagai akibat kebijakan tata guna lahan yang berpihak pada penguasa Hindia Belanda pada saat itu.
2.1.2    Demografi
Desa Citeko dengan luas wilayah 225 ha merupakan salah satu desa di Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta.
Batas wilayah Desa Citeko:
o Sebelah utara            : Desa Citeko Kaler
o Sebelah selatan         : Desa Rawasari
o Sebelah Timur           : Desa Sindangsari
o Sebelah Barat            : Desa Citalang
§  Topografi dengan bentang wilayah berombak sampai berbukit.
§   Curah hujan                    : 134,00 mm
§  Jumlah bulan hujan           : 5 bulan
§   Suhu rata-rata harian       :  37 ºC
§   Tinggi tempat                  : 158 m dpl.
§  Luas wilayah Desa Citeko terdiri dari:
o   Tanah sawah             : 150,24 ha
o   Tanah Keringm (tegal): 52, 615 ha
o   Permukiman              : 28,985 ha
o   Tanah Hutan lindung  : 12,00 ha
o   Tanah hutan Produksi : 834,40 ha
o   Tanah Hutan Konversi: 7,80 ha
o   Tanah lainnya            : 9,2 ha
2.1.3    Keadaan Sosial Budaya
2.1.3.1 Kependudukan
Berdasarkan Data Administrasi Pemerintah Desa, jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi, jumlah total 5769 jiwa. Dengan rincian penduduk berjenis kelamin laki-laki berjumlah 2354 jiwa, sedangkan berjenis kelamin perempuan berjumlah 2204  jiwa. Berkaitan dengan data jumlah penduduk dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini :

Jumat, 26 Februari 2016

Badega Lembur Desa Citeko

Badega Lembur Adalah sebutan Linmas untuk Kabupaten Purwakarta, Beliau Mengganti dengan sebutan Badega Lembur setelah ada peraturan yang akan menghapus Linmas dari Pemerintahan Desa, tapi Bupati Saking nyaahnya kepada Limas dia masih mempertahankan Linmas dan diganti menjadi Badega Lembur kanyaah bupati tidak pernah Putus dengan mempertahankan Anggota Linmas yang lanjut usia, Linmas Citeko sudah diatur dengan berjumlah 15 orang dan tupoksi linmas citeko lebih menjurus kepada penjagaan pernikahan di banding keamanan tapi untuk keamanan juga lebih d perketat dengan menggunakan Linmas muda kepala Desa Citeko Memberi pengarahan kepada Linmas Agar selalu Bekerja tanpa pamrih ketika menjaga desa citeko dan memelihara ketertiban umum mengingat tanggung jawab linmas sangat berat sekali
kepala desa memberi point point yang khusus ketika memberikan pembinaan Ketertiban di desa, dengan menggantikan danru linmas jadi di alihkan kepada Linmas Cici,




Rabu, 17 Februari 2016

Jumat, 12 Februari 2016

Badega Lembur Desa Citeko

Badega lembur adalah sebutan Bupati untuk satuan Linmas di Purwakarta, kenapa di sebut badega lembur karena pada saat itu undang undang tentang satlinmas akan dihapus maka dari itu bupati dengan kreatifnya mengubah nama Satlinmas menjadi badega lembur,  satlinmas di desa citeko berjumlah 15 orang, mengingat gaji satlinmas kecil maka kami masih menggunakan satlinmas yang sudah lama berbubung ini kanyaah bupati dan tidak akan di gantikan, dan kami pertahankan, Bupati sangat  mengsupport kepada satlinmas purwakarta yang masih setia mengabdi untuk negara dengan tanpa pamrih, selalu menjaga keamanan di desanya, tidak ada linmas maka tidak ada keamanan.